young description

idcz123 education psychology - Youth is the period in which, according to the idcz123 a person not kids and immature so in her life she experienced a change in Psychology (emotions and how to think) and physically.

According to Santrock (2003: 26) that the gestation period is defined as adolescene transition between the child and the adult which includes biological change, cognitive, and social-emotional.

According to Sri Rumini & Siti Sundari (2004: 53) adolescence is a time of transition from child to adult life that is experiencing the development of all aspects/function to enter adulthood.

According to the Calon (in the Monks, et al 1994) that adolescence to show clearly the nature of the transition or transitional because the teenager had not obtained the status of adults and no longer have the status of children.

Teen age limits are commonly used by experts is between 12 to 21 years of age. Teen age span is usually distinguished from the above three, i.e. 12-15 years = early adolescence, 15 – 18 years = Middle adolescence, and 18-21 years of age = end of adolescence. But the Monks, Knoers, and Haditono distinguish adolescence into four parts, namely pre-teen from 10 – 12 years old, early adolescence 12-15 years, Middle adolescence 15-18 years of age, and late adolescence 18 – 21 years old (Deswita, 2006: 192)

Read More 1 Comment

Deskripsi Remaja Menurut Para Ahli

idcz123 psychology education - remaja menurut idcz123 adalah masa dimana seseorang bukan anak dan belum dewasa sehingga dalam kehidupannya dia mengalami perubahan psikologi (emosi dan cara berfikir ) dan fisik.

menurut Santrock (2003: 26) bahwa adolescene diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional.

Menurut Sri Rumini & Siti Sundari (2004: 53) masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa.

menurut Calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak.

Batasan usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21 tahun. Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu 12 – 15 tahun = masa remaja awal, 15 – 18 tahun = masa remaja pertengahan, dan 18 – 21 tahun = masa remaja akhir.  Tetapi Monks, Knoers, dan Haditono membedakan masa remaja menjadi empat bagian, yaitu masa pra-remaja 10 – 12 tahun, masa remaja awal 12 – 15 tahun, masa remaja pertengahan 15 – 18 tahun, dan masa remaja akhir 18 – 21 tahun (Deswita, 2006:  192)

Read More 1 Comment

4 tahap dalam teori kognitif psikologi perkembangan jean pigaet

idcz123 psychology education - Jean Pigaet adalah seorang pakar psikologi dari swiss yang membuat buku terkenal live span development. buku ini menjelaskan tentnag psikologi perkembangan masa hidup. menurut Pigaet dalam buku live span development menjelaskan untuk memahami dunia harus melewati 4 masa tahapan yaitu sensorimotor stage, preoperational stage, concrete operational stage, dan formal operational stage.


tahap sensorimotor (sensorimotor stage)
pada tahap ini (sekitar lahir - 2 tahun) merupakan tahap pertama menurut Pigaet. jean pigaet menjelaskan bahwa di tahap ini manusia sudah bisa dalam mengorganisasi dan mengkoordinasi sensasi (seperti mendengarkan dan melihat) dalam gerakan dan tindakan fisik.


Tahap praoperasional (preoperational stage)
pada tahap ini (sekitar 2 - 7 tahun) pigaet menyebut ini tahap kedua. dan dari tahap ini manusia sudah memunculkan pemikiran egosentrisme, animisme, dan intuitif.


Tahap operasional konkrit (concrete operational stage)
pada tahap ini (sekitar 7 - 11 tahun) manusia sudah bisa melakukan pemikiran logis untuk mengganti pemikiran intuitif secara kongkrit (bentuk nyata).

Tahap operasional formal (formal operational stage)
tahap keempat dan terakhir ini terjadi sekitar 11 - 15 tahun. pigaet menjelaskan pada tahap ini manusia bisa lebih formal lagi dengan melakukan dgn lebih rasional dan sering melakukan gambaran kegiatan sebelum dia melakukan.

Read More 1 Comment

memahami psikologi dari perilaku anak sesuai gender

idcz education - ada bermacam alasan anak laki - laki dan perempuan dibedakan mulai dari perbrdaan bentuk fisik, perbedaan beraktifitas sehari - hari, bahkan perilakupun menjadi indikasinya. dalam beberapa artikel yang saya baca ada beberapa perilaku yang sama pada anak laki - laki dan perempuan tapi perilaku itu akan membuat kita membedakan penyikapannya.

Ketika anak anda diam

sering dalam kehidupan sehari - hari disaat anda melakukan sesuatu pada anak anda seperti bercerita dongeng, mengajak jalan - jalan, menggendongnya ,dsb anak anda terlihat diam. ada beberapa sebab mereka diam akan tetapi kita hanya mencari tahu psikologi saat mereka diam seperti apa?

  • anak perempuan anda bila diam menandakan dia sedang mempunyai jutaan hal yang difikirkan dalam hal ini dia sedang berfikir dan  selang itu mereka akan bertanya untuk itu anda bersiaplah menjawab.
  • bila anak anda laki - laki kebanyakan dari mereka tertanda tidak memikirkan apapun sehingga secara tidak langsung mereka juga tidak akan bertanya seperti psikologi anap perempuan diatas. penyikapan yang anda butuhkan adalah bertanyalah tentang sesuatu kegiatan yang anda dan anak lakukan.

    Tidak membantah adalah suatu respon

    pernahkah anda melihat anak anda tidak membantah. dari kegiatan itu pun psikologi anak perempuan dan laki juga beda.

    • ketika anak laki anda tidak membantah anda ketika disuruh ini beranggapan bahwa dia dalam kondisi tidak ingin di bantah saja.
    • ketika anak perempuan tidak dibantah dalam psikologi dia lebih banyak memahami secara mendalam apa maksud dia disuruh, dll.

      memandang tajam ke anda berarti mereka responsif pada anda

      wow, apa yang judul saya ketik merupakan fakta. kebanyak orang ketika fokus mereka juga responsif dengan yang mereka fokuskan. tak terkecuali pekerjaan kita. dan anak kita juga melakuakn itu pada kita.
      • pandangan tajam anak perempuan memliki arti dan kondisi tersendiri. pada saat kita berbohong, mereka lebih sering bertanya sekaligus memandang tajam kita merngaoa kita berbohong pada mereka. sebaiknya sikap kita kepada mereka jgn mengubah arah pembicaraan ketika mereka belum puas menerima jawaban kita.
      • beda sekali dengan pandangan tajam anak laki. inilah yang sering membedakan dengan anak perempuan. pada saat mereka memandang tajam kita berarti ada yang mereka herankan (hal yang dianggap berbeda) pada anda selain itu memandang tajam artinya mereka marah pada anda.

        ketika anak memandang penuh

        memandang penuh pada diri kita adalah hal yang menjadi permasalahan pada anak kita. mungkin jika anda pergi dan anak juga melihat anda dengan pandangan penuh maka terlihat mereka sedang menangis karena mereka kita tinggal. pada anak perempuan itu yang selalu dilakukan ketika mereka memandang kita dengan pandangan penuhnya. sedang anak laki mereka memang benar kebingungan entah melakukan sesutu atau memikirkan sesuatu. maka sikap yang baik adalah menemani anak perempuan maupun laki dan lebih baik anda bercerita dongeng atau hal yang bisa buat mereka senyum.

        Read More 1 Comment

        Copyright © idcz123.